Ancaman Bagi Orang Yang Membatalkan Puasa Ramadhan Dengan Sengaja, Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid

Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki diatas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka.
Aku bertanya, “Siapakah mereka?” Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka

Dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda (yang artinya) :

“Ketika aku tidur , datanglah dua orang pria kemudian memegang dhabaya (28), membawaku kesatu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata, “Naik. ”
Aku katakan , “Aku tidak mampu. ”
Keduanya berkata, “Kami akan memudahkanmu. ”
Akupun naik hingga sampai ke puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya, “Suara apakah ini?” Mereka berkata, “Ini adalah teriakan penghuni neraka. ” Kemudian keduanya membawaku, ketika itu aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki diatas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka.
Aku bertanya, “Siapakah mereka?” Keduanya menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (29)…” (30) Adapun hadits yang diriwayatkan bahwa Nabi Shalallahu’alaihi Wassallam bersabda (yang artinya) :
“Barangsiapa berbuka satu hari saja pada bulan ramadhan dengan sengaja , tidak akan bisa diganti walau dengan puasa sepanjang jaman kalau dia lakukan. ”

Hadits ini lemah, tidak shahih. Pembahasan hadits ini secara rinci akan dibahas di akhir kitab ini.

(Dikutip dari Sifat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam terbitan Pustaka Al-Haura, Jojakarta )

Footnote:
(28) Yakni : Dua lenganku.
(29) Sebelum tiba waktu berbuka puasa
(30) Riwayat An-Nasa’I dalam AlKubra sebagaimana dalam Tuhfatul Asyraf (4/166)
Dan Ibnu Hibban (no. 1800-zawaidnya) dan Al Hakim (1/430) dari jalan Abdur
Rahman bin Yajid bin Jabir, dari Salim bin Amir dari Abu Umamah. Sanadnya
Shahih
sumber: www. darussalaf. or. id, penulis: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid