Dari Abu Umamah Al Bahili (Artinya): "Sesungguhnya air tidak bisa ternajisi sesuatupun, kecuali jika berubah baunya atau rasanya atau warnanya"(HR Ibnu Majah)
" />

Hadits-hadits Lemah Dalam Kitab Bulughul Maram (bagian 1), Buletin Al Atsary, Cileungsi

Dari Abu Umamah Al Bahili (Artinya): “Sesungguhnya air tidak bisa ternajisi sesuatupun, kecuali jika berubah baunya atau rasanya atau warnanya”(HR Ibnu Majah)

Dalam riwayat Baihaqi: “Air itu suci kecuali jika berubah baunya, rasanya atau warnanya karena (disebabkan) najis yang jatuh ke dalamnya”


Dari Abu Umamah Al Bahili (Artinya): “Sesungguhnya air tidak bisa ternajisi sesuatupun, kecuali jika berubah baunya atau rasanya atau warnanya”(HR Ibnu Majah)

Dalam riwayat Baihaqi: “Air itu suci kecuali jika berubah baunya, rasanya atau warnanya karena (disebabkan) najis yang jatuh ke dalamnya”

Hadits ini dhaifkan (dinyatakan lemah) oleh para ulama, berkata Imam Shan’ani dalam Subulus Salam: “Sebab hadits ini didhaifkan karena seorang bernama Risydin bin Sa’ad. Berkata Yunus: Dia seorang yang shalih tapi kemudian dia tertimpa kelalaian (dalam menjaga hadits) sehingga tercampurlah hadits-haditsnya yang menyebabkan dia ditinggalkan (dalam periwayatan haditsnya).

Hadits ini dilemahkan pula oleh Syaikh Albani, beliau berkata: Kesimpulannya, hadits ini dhaif (lemah) karena tidak ada riwayat lain yang mendukungnya (Silsilah hadits Dhaifah:2614)

Faedah:

1. Awal hadits, yaitu: “Sesungguhnya air tidak bisa ternajisi sesuatupun”. Lafazh ini Telah shahih maknanya dalam hadits Abu Said Alkhudri, sebagaimana disebutkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari.

2. Akhir hadits, yaitu: “Kecuali jika berubah bau, rasa atau warnanya”. Walaupun (hadits ini) lemah dan tidak ada hadits lain yang mendukungnya, akan tetapi telah ada ijma’(kesepakatan) yang semakna dengannya. Berkata Ibnul Mundzir sebagaimana dinukil oleh Imam Shan’ani dalam kitab Subulus Salam: “Telah ijma para ulama bahwasanya jika ada air yang terkena najis dan (menyebabkan) berubah salah satu sifatnya maka air tersebut menjadi najis”. Wabillahit Taufik.

Buletin Al Atsary Diterbitkan Oleh: Yayasan Riyadhul Jannah Cileungsi Pembina: Al Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Pemimpin Redaksi: Abu Umair Qomar Sirkulasi Umum: AbuSufyan Hamzah Alamat Redaksi: Yayasan Riyadhul Jannah Jln. Raya Narogong Kp. Cikalagan RT 02/01 (Depan Pasar Baru Cileungsi) Berlangganan dan Info Kajian Umum Ahlussunnah Wal Jama’ah. Hubungi 08 567 133 567

sumber: www. darussalaf. or. id, penulis: Buletin Al Atsary, Cileungsi