الدُّنْيَا مَلْع&#1" />

Derajat Hadits Tentang Terlaknatnya Dunia Dan Isinya Kecuali Dzikrullah, Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain

Shohihkah hadits yang berbunyi :


الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ وَمَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالاَهُ أَوْ عَالِماً أَوْ مُتَعَلِّماً


“Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan apa-apa yang serupa dengannya, atau seorang ‘alim (orang yang berilmu) atau seorang muta’allim (penuntut ilmu)”.


Shohihkah hadits yang berbunyi :


الدُّنْيَا مَلْعُوْنَةٌ وَمَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرُ اللهِ وَمَا وَالاَهُ أَوْ عَالِماً أَوْ مُتَعَلِّماً


“Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya kecuali dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan apa-apa yang serupa dengannya, atau seorang ‘alim (orang yang berilmu) atau seorang muta’allim (penuntut ilmu)”.

Hadits dengan lafadz yang disebutkan ada dalam dua hadits, dalam hadits Abu Hurairah dan hadits Abu Darda`


Hadits Abu Hurairah


Dikeluarkan oleh Tirmidzy no. 2322, Ibnu Majah no. 4112, Ibnu Abi ‘Ashim dalam Az-Zuhd no. 126, Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman 2/265 no. 1708, Al-‘Uqaily dalam Adh-Dhu’afa` 2/326, Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ bayanil ‘ilmi wa fadhlihi no. 134 dan Al-Mizzy dalam Tahdzibul Kamal semuanya dari jalan ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban dari ‘Atho` bin Qurrah dari ‘Abdullah bin Dhamrah dari Abu Hurairah beliau berkata Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda seperti hadits yang disebutkan oleh saudara yang bertanya.

Dalam hadits ini terdapat beberapa kelemahan :


Satu
: Terdapat seorang rawi dalam sanadnya yaitu ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban. Para Imam Ahlul Jarh Wat-Ta’dil berbeda pendapat tentang rawi ini dan Al-Hafizh Ibnu Hajar telah memberikan kesimpulan yang baik, beliau berkata dalam Taqribut Tahdzib : Maqbul. Arti maqbul menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar adalah diterima apabila ada pendukungnya, kalau tidak maka ia adalah layyinul hadits (lembek haditsnya).


Dua
: ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban ini telah mudhthorib (goncang) dalam meriwayatkan hadits ini. Bentuk kegoncangannya yaitu kadang-kadang ia meriwayatkan hadits ini dari ‘Atho` bin Qurrah dari ‘Abdullah bin Dhamrah dari Abu Hurairah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam (yaitu secara marfu) sebagaimana dalam riwayat di atas, dan kadang-kadang ia meriwayatkan hadits ini dari ayahnya dari ‘Abdullah bin Dhamrah dari Ka’ab secara mauquf sebagaimana dalam riwayat Ad-Darimy no. 322 dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf no. 35332. Ada jalan lain juga dalam riwayat ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban yaitu dari Abdah bin Abu Lubabah dari Abu Wail dari ‘Abdullah bin Mas’ud dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam.

Riwayat ini dikeluarkan Al-Bazzar dalam Musnadnya 5/145 no. 1736 dan Ath-Thabarany dalam Al-Ausath 4/236 no. 4072 dan dalam Musnad Asy-Syamiyyin no. 163. Tapi riwayat ini adalah riwayat yang salah sebagaimana yang dikatakan oleh Ad-Daruquthny dalam ‘Ilalnya 5/89 dan kesalahan itu berasal dari Mughirah bin Mutharrif.


Tiga
: ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban ini telah diselisihi oleh Wuhaib bin Al-Ward (salah seorang rawi yang tsiqoh) ia meriwayatkan dari ‘Atho` bin Qurrah dari ‘Abdullah bin Dhamrah dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam (yaitu secara mursal). Lihat riwayatnya dalam Syarah As-Sunnah karya Imam Al-Baghawy 14/229-230. Tiga hal ini sangat kuat menunjukkan lemahnya riwayat ‘Abdurrahman bin Tsabit bin Tsauban. Wallahu A’lam.


Catatan
: Ada riwayat lain dari hadits Abu Hurairah bisa dilihat dalam Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah no. 1330 yang disertai dengan penjelasan tentang kelemahannya.


Hadits Abu Darda`


Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam Az-Zuhd no. 543, Ya’qub Al-Fasawy dalam Al-Ma’rifah 3/398, ‘Abdullah bin Ahmad dalam Zawaid Az-Zuhd hal. 136-137, Al-Baihaqy dalam Al-Madkhal no. 383 dan Syu’abul Iman 7/342 no. 10513 dan Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jami’ bayanil ‘ilmi wa fadhlihi no. 134 semuanya dari jalan Tsaur bin Yazid dari Khalid bin Ma’dan dari Abu Darda` ia berkata :


الدُّنْيَا مَلْعُوْنَة مَلْعُوْنٌ مَا فِيْهَا إِلاَّ ذِكْرُ الله وَمَا آوَى إِلَيْهِ وَالعَالِمُ وَالمُتَعَلِّمُ فِي الخَيْرِ شَرِيْكاَنِ وَسَائِرُ النَّاسِ هَمَجٌ لاَ خَيْرَ فِيْهِمْ


“Dunia itu terlaknat, terlaknat pula apa yang ada padanya kecuali dzikrullah (dzikir kepada Allah) dan apa-apa yang kembali kepadanya, dan seorang yang mengajar dan yang belajar keduanya berserikat dalam kebaikan, dan seluruh manusia adalah orang yang hina dina tidak ada kebaikan pada mereka”.


Hadits ini adalah hadits mauquf sebagaimana yang kita lihat. Dan terdapat kelemahan di dalamnya yaitu bahwa Khalid bin Ma’dan tidak mendengar dari Abu Darda` sebagaimana dalam Jami’ At-Tahshil.

Dan telah diriwayatkan secara marfu sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Haitsamy dalam Majma’ Az-Zawaid 1/122, kemudian beliau berkata : “Dalam sanadnya ada Mu’awiyah bin Yahya Ash-Shodafy, berkata Ibnu Ma’in : “Halikun Laisa bi Syai`in (Dia itu celaka tidak dianggap sama sekali)”.

Hadits ini mempunyai jalan-jalan lain yang semuanya disebutkan oleh Syaikh Al-Albany rahimahullahu dalam Irwa` Al-Ghalil no. 414 dan beliau melemahkan seluruh jalan-jalannya baik secara mauquf maupun secara marfu.


Kesimpulan :


Bisa disimpulkan bahwa hadits ini adalah lemah dari seluruh jalannya.

an-nashihah. com/index. php?mod=article&cat=Hadits&article=74 sumber: www. darussalaf. or. id, penulis: Al Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain